Cobranews.id, PANGKALPINANG, BANGKA BELITUNG — Seorang warga bernama Nedi mengaku masih menunggu pengembalian sisa uang sebesar Rp22 juta dari Eman Nurman yang menurut keterangan Nedi dikenal sebagai Ketua Pemuda Pancasila Kota Pangkalpinang.
Persoalan tersebut bermula ketika Nedi menyerahkan uang sebesar Rp47 juta kepada Eman Nurman dengan maksud untuk memperoleh satu unit mobil.
Menurut Nedi, setelah beberapa waktu, dirinya menerima telepon melalui WhatsApp dari Eman Nurman dan diminta datang ke markas Pemuda Pancasila di kawasan Taman Dealova, Pangkalpinang, pada malam hari.
Nedi kemudian memenuhi permintaan tersebut dan menemui Eman Nurman. Dalam pertemuan itu, menurut Nedi, Eman menyampaikan bahwa unit mobil akan diganti dalam waktu paling lama dua hingga tiga hari. Apabila unit pengganti tidak tersedia, uang sebesar Rp47 juta disebut akan dikembalikan secara penuh.
> “Waktu saya datang ke markas, disampaikan kepada saya bahwa mobil akan ditukar. Katanya paling lama dua atau tiga hari. Kalau unit tidak ada, uang Rp47 juta akan dikembalikan seluruhnya,” kata Nedi.
Namun, menurut Nedi, setelah batas waktu tersebut berlalu, unit mobil yang dijanjikan belum juga tersedia. Eman kemudian disebut kembali meminta waktu sekitar satu minggu.
Mobil Rental Digunakan Sekitar Tiga Bulan
Dalam perkembangan berikutnya, menurut keterangan Nedi, dirinya diberikan mobil rental untuk digunakan sementara.
Nedi menyebut biaya rental kendaraan tersebut memang ditanggung oleh Eman Nurman selama kurang lebih tiga bulan
> “Memang selama menggunakan mobil rental itu, biaya rentalnya dibayar oleh Eman Nurman,” ujar Nedi.
Setelah kurang lebih tiga bulan, Nedi mengaku tidak lagi menginginkan mobil rental dan memilih meminta agar uang yang sebelumnya telah diserahkannya dikembalikan.
Menurut Nedi, dari total uang sebesar Rp47 juta Eman Nurman kemudian mengembalikan sebagian sebesar Rp25 juta
Nedi menyebut pengembalian Rp25 juta tersebut juga didukung bukti transaksi m-Transfer BCA yang menunjukkan transfer berhasil ke rekening atas nama **Muhammad Bonedi
Dengan adanya pembayaran tersebut, masih terdapat sisa sebesar Rp22 juta yang menurut Nedi belum dikembalikan hingga kini.
Awalnya uang Rp47 juta itu untuk mendapatkan satu unit mobil. Tetapi akhirnya saya memilih meminta uang dikembalikan. Memang sudah ada pengembalian Rp25 juta, tetapi sisanya Rp22 juta sampai sekarang belum dibayar,” ujar Nedi.
Dijanjikan Dicicil Rp5 Juta Per Bulan
Nedi menjelaskan, sisa uang sebesar Rp22 juta tersebut sempat dijanjikan akan dibayarkan secara bertahap atau dicicil sebesar Rp5 juta setiap bulan
Namun, menurut Nedi, pembayaran cicilan sebagaimana yang dijanjikan tersebut tidak berjalan.
Janji awalnya sisa Rp22 juta akan dicicil Rp5 juta setiap bulan. Tetapi kenyataannya pembayaran seperti yang dijanjikan itu tidak berjalan,” katanya.
Nedi mengaku telah berulang kali berusaha menyelesaikan persoalan tersebut secara baik-baik. Selain mendatangi rumah Eman Nurman, Nedi juga menyebut telah berusaha menghubungi melalui telepon dan pesan WhatsApp.
Menurut Nedi, berbagai upaya tersebut belum menghasilkan kepastian mengenai pelunasan sisa uang Rp22 juta.
## Disebut Kembali Berjanji Setelah Berita Pertama Terbit
Nedi selanjutnya mengatakan bahwa setelah persoalan tersebut diberitakan sebelumnya, Eman Nurman kembali menghubunginya melalui WhatsApp.
Menurut Nedi, saat itu Eman kembali menjanjikan pembayaran pada 10 Juli 2026
Namun, ketika waktu yang dijanjikan tiba, Nedi mengatakan Eman Nurman kembali meminta perpanjangan waktu hingga 10 Agustus 2026 dengan alasan uang yang akan digunakan untuk pembayaran belum tersedia.
> “Setelah berita pertama naik, dia menghubungi saya dan berjanji akan membayar. Kemudian minta waktu lagi sampai tanggal 10 Agustus karena katanya uang belum cair,” ungkap Nedi.
Nedi mengaku berharap pembayaran benar-benar dilakukan pada tanggal tersebut. Akan tetapi, menurutnya, hingga setelah 10 Agustus 2026 pembayaran sisa Rp22 juta itu belum juga diterimanya.
Katanya tanggal 10 Agustus akan ditransfer. Tetapi sampai sekarang belum ada pembayaran. Saya juga sudah beberapa kali WhatsApp dan telepon,” kata Nedi.
Nedi Pertimbangkan Menempuh Jalur Hukum
Atas keadaan tersebut, Nedi menyatakan mempertimbangkan untuk menempuh langkah hukum apabila persoalan tersebut tidak segera diselesaikan.
Menurut Nedi, uang Rp47 juta pada awalnya diserahkan karena adanya kesepakatan mengenai satu unit kendaraan. Karena kendaraan yang dimaksud pada akhirnya tidak diperoleh dan uang baru dikembalikan sebagian, Nedi menilai perlu ada kepastian mengenai pengembalian sisa uang Rp22 juta.
Meski demikian, apakah rangkaian peristiwa tersebut merupakan persoalan perdata berupa wanprestasi atau mengandung unsur tindak pidana penipuan tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan keterangan salah satu pihak
Dugaan tindak pidana baru dapat ditentukan melalui proses hukum dan pembuktian, termasuk dengan menilai bagaimana kesepakatan awal terjadi, apa yang disampaikan sebelum uang Rp47 juta diserahkan, tujuan penggunaan uang, bukti percakapan, bukti transfer, serta tindakan para pihak setelah penyerahan uang.
Nedi berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan dan sisa uang sebesar Rp22 juta dapat dikembalikan sebagaimana yang menurutnya telah beberapa kali dijanjikan.
Nedi mengatakan eman Nurman akan balikan uang cuma nedi Tidak mau karena janji eman Nurman akan di cicil setiap bulan 5 juta kenyataan nya tidak ada mau tiba tiba eman Nurman mau nyicil tidak sampai 5 juta begitu di tanya sama nedi mau transfer berapa eman Nurman tidak mau ngasih jawaban nedi bilang kepada eman Nurman kalau kurang Dari 5 juta nedi tidak mau menerima nya karena sudah sepakat atau janji kalau eman Nurman setiap bulan akan menyicil 5 juta perbulan sampai saat ini belum di cicil dari 22 juta.
