
Cobranews.id, BINJAI Kamis 20 Agustus 2026 — Sebuah video yang memperlihatkan keributan di salah satu lokasi yang disebut berada di kawasan Supermal Binjai, Sumatera Utara, viral di media sosial pada Rabu (19/8/2026).
Dalam rekaman tersebut, sejumlah orang tampak terlibat adu mulut dalam suasana yang memanas. Narasi yang beredar di media sosial menyebut keributan itu diduga berkaitan dengan persoalan pembayaran setelah seseorang menggunakan layanan yang disebut-sebut sebagai “spa plus-plus”.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, narasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Belum ada keterangan resmi yang memastikan identitas pihak-pihak yang terlibat, kronologi lengkap kejadian, maupun jenis layanan yang sebenarnya tersedia di lokasi tersebut.
Narasi “Spa Plus-Plus” Masih Perlu Diverifikasi
Video yang beredar memperlihatkan beberapa orang terlibat perdebatan. Persoalan pembayaran disebut-sebut menjadi salah satu pemicu keributan.
Meski demikian, rekaman video dan narasi yang beredar di media sosial tidak serta-merta dapat membuktikan bahwa lokasi tersebut menyediakan layanan sebagaimana tudingan yang beredar.
Untuk memastikan kebenarannya, diperlukan pemeriksaan dan klarifikasi dari berbagai pihak, termasuk pengelola usaha, kepolisian, serta instansi Pemerintah Kota Binjai yang memiliki kewenangan dalam pengawasan kegiatan usaha dan perizinan.
Masyarakat juga diimbau tidak terburu-buru mengambil kesimpulan atau menyebarkan identitas seseorang yang belum terbukti terlibat dalam tindak pidana.
Pengawasan Perizinan Pemko Binjai Dipertanyakan
Terlepas dari benar atau tidaknya narasi mengenai “spa plus-plus”, viralnya video tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan terhadap kegiatan usaha di kawasan tersebut.
Pemerintah Kota Binjai melalui organisasi perangkat daerah terkait perlu memastikan apakah usaha yang beroperasi telah memiliki izin sesuai dengan jenis kegiatan yang dijalankan.
Apabila nantinya ditemukan kegiatan usaha yang tidak sesuai dengan izin atau ketentuan yang berlaku, pemerintah diharapkan mengambil langkah sesuai aturan.Sebaliknya, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan tidak adanya pelanggaran, klarifikasi resmi juga diperlukan untuk mencegah berkembangnya informasi yang tidak benar dan berpotensi merugikan pihak tertentu.
Polisi Diharapkan Ungkap Kronologi Keributan
Selain persoalan perizinan, aparat kepolisian juga diharapkan menelusuri keributan yang terekam dalam video tersebut.
Kronologi secara utuh perlu dipastikan, termasuk penyebab keributan, pihak-pihak yang terlibat, persoalan pembayaran yang disebut dalam narasi, serta ada atau tidaknya unsur pelanggaran hukum.
Langkah tersebut penting agar informasi publik tidak hanya bersumber dari video singkat dan narasi media sosial yang belum terverifikasi.
Jangan Berhenti pada Viral, Pengawasan Harus Transparan
Viralnya video tersebut semestinya menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Binjai untuk melakukan pemeriksaan secara objektif terhadap kegiatan usaha yang dipersoalkan.
Jika tidak ditemukan pelanggaran, hasil pemeriksaan sebaiknya disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
Namun, apabila ditemukan pelanggaran perizinan atau kegiatan usaha yang tidak sesuai ketentuan, masyarakat tentu berharap adanya tindakan tegas berdasarkan peraturan yang berlaku.
Publik membutuhkan kepastian, bukan spekulasi. Apa sebenarnya yang terjadi dalam video tersebut? Usaha apa yang beroperasi di lokasi itu? Apakah kegiatan usahanya sesuai dengan izin yang dimiliki? Dan sejauh mana pengawasan pemerintah selama ini?
Hingga berita ini diturunkan, pengelola lokasi maupun Pemerintah Kota Binjai belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan tersebut. Ruang konfirmasi dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait tetap terbuka untuk memastikan pemberitaan yang berimbang dan mengedepankan asas praduga tak bersalah.
(Robin Silalahi/tim)
